Rabu, 31 Desember 2014

Renungan di Akhir Tahun 2014

Ternyata sudah satu tahun aku tidak membuat postingan apapun, dan hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Apa saja yang sudah aku lakukan, apa saja yang sudah aku dapatkan, mimpi-mimpi yang belum terwujud, tanggung jawab yang belum terpenuhi, dan kesalahan yang sudah aku lakukan. Saatnya kembali merenungkan dan juga merencanakan apa yang harus dilakukan di tahun 2015.
Mengingat kembali visi dan misi mengapa aku memilih craft sebagai duniaku. Mengapa aku menyukai craft. Mengingat kembali awal mulanya dan menjadikannya kekuatan untuk sukses. Harus jadi sukses dengan dunia yang aku pilih.
Mengingat kembali bahwa aku tumbuh dengan cerita-cerita dari negeri dongeng, cerita-cerita dengan happy ending. tapi dunia ini tidak seperti negeri dongeng kan ?
Waktu aku kecil aku ingin bisa membuat sesuatu dengan tanganku sendiri, hasil karyaku, seperti yang ada di film anime yang aku tonton. Membuat syal, membuat boneka, dll. Sekarang aku sudah bisa, dan bahkan menghasilkan uang dari situ.
Beberapa tahun lalu, aku pernah mengatakan bahwa misiku memilih craft adalah supaya aku bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Tapi, sehabis aku nonton salah satu drama korea, aku jadi ingat kenginanku sewaktu  kecil. Ada kata-kata bagus di drama korea yang aku tonton barusan "membuat kenangan bagi orang lain". Jadi aku akan menuliskan kembali visi misi ku, mengapa aku memilih craft.
  1. "Membuat kenangan bagi orang lain", maksudnya disini adalah melalui karya yang aku buat, aku ingin membuat kenangan yang indah bagi orang lain. Membantu orang lain menciptakan kenangan yang indah melalui karya-karya yang aku buat. Oleh karena itu aku sering memberikan hadiah buatanku sendiri dihari istimewa teman-temanku.
  2. "Menciptakan karya yang bisa dinikmati semua kalangan". Craft terutama handmade harganya cenderung agak mahal. Setidaknya pasarannya menengah ke atas. Aku ingin menciptakan karya yang bisa menjangkau semua kalangan.
  3. "Menciptakan lapangan kerja bagi orang lain". Oleh karena itu aku harus bisa sukses supaya bisa mewujudkannya.
Fokus awal tahun ini adalah membereskan beberapa masalah yang belum selesai di tahun 2014, harus segera selesai supaya bisa menjalankan rencana-rencana lainnya. Membuat karya-karya baru, membuat inovasi baru.


fighting, fighting, fighting

good bye 2014 - welcome 2015

Selasa, 03 Desember 2013

Saat Hari Hujan

Hujan gerimis
Mendung menggantung di langit
Angin bertiup lembut
Seiring lagu yang mengalun
Seperti dejavu
Rasanya seperti berada di tempat itu lagi
Sebuah apartemen di tengah kebun sawit di sudut kota Johor
Juga serasa berada di Cameron Highland
Sebuah dataran tinggi tempat hamparan kebun teh, strawbery, sayur-mayur, dan juga kaktus dibudidayakan
Tempat rekreasi yang menyenangkan
Juga ketika hujan turun di malam hari di Jogja
Waktu bergulir sangat cepat
Semua tampak berbeda
Tentang aku, kamu, dan kita

Rabu, 24 Juli 2013

Pasti Segera Berlalu

Cerah tiba-tiba meredup, tetapi aku berhasil menahannya supaya tidak turun hujan. Sudah lama sebenarnya dan seharusnya aku sudah siap mendengarnya. Tapi tetap saja menimbulkan luka meskipun hanya goresan-goresan.
Berusaha menguatkan hatiku untuk menerima, tak runtuh dalam kesedihan. Jika itu sudah menjadi pilihannya, jika itu lebih bisa membuatnya bahagia. Bukankah mencintai adalah seperti itu. Sekali lagi aku mengingatkan diriku sendiri bahwa kebersamaan itu sudah lama berlalu, hanya saja lagi-lagi ini tentang aku yang belum mampu melepaskannya.
Yang paling menyebalkan adalah disaat aku berusaha menghalau galau seperti sekarang, tiba-tiba hujan turun seolah menumpahkan tangis yang berhasil aku tahan. Tapi dari tadi aku berusaha semampuku untuk tidak bersedih karena bisa mempengaruhi kinerjaku. Apalagi masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Prioritas utamaku saat ini adalah souvenir nikahan mbakku yang harus selesai tepat waktu.
SEMANGAT.....SEMANGAT............
Biarlah kenangan yang menyakitkan itu, kesedihan itu ikut mengalir ke laut bersama air hujan.

Karena cinta seharusnya membuat orang bahagia
Karena cinta seharusnya tak membuat luka

Jumat, 31 Mei 2013

Dia

Sosok itu seperti mentari yang terbit di pagi hari
Mengubah kesuraman hati menjadi tawa
Mengubah sepi menjadi ramai

Sosok itu seperti hujan
Mengubah tanah kering menjadi hijau

Sosok itu.....
Membuatku terpaku
Tak bisa berpaling

Sosok itu....
Mengunci hatiku
Membuatku tak bisa menoleh

Lalu, apakah aku benar-benar tak bisa berpaling ?
Gulir waktu, ingin kutahu jawabmu

Followers

Total Tayangan Halaman